Sebulan di Negara Benua

Work and holiday visa, hilal abu dzar, berlibur dan bekerja Australia

Wokeh.. Setelah empat tahun bulan enggak nulis, kali ini gua mau berbagi pengalaman sebulan pertama gua tinggal di sebuah negara yang namanya juga menjadi nama sebuah benua. Yupp!! Tak lain dan tak bukan adalah Australia!!

Ingat kan waktu SD belajar mengenai nama-nama benua? Dijelasin nggak waktu itu sama guru apa bedanya Australia sebagai negara dengan Australia sebagai benua? Enggak dijelasin?? Sini-sini duduknya mendekat ke abang. Abang jelasin dikit boleh yee?? Jadi, Australia sebagai benua itu tidak hanya negara Australia saja yang ada di dalamnya. Namun juga mencakup Papua Nugini dan sedikit bagian dari negara Indonesia, detailnya ada di sini Dik.

Pakai visa apa bro?

Pertanyaan di atas lumayan sering dilontarkan oleh beberapa orang yang gua beri tahu kalau gua akan ke Australia. Jawaban singkatnya adalah gua pakai visa bekerja dan berlibur atau yang dalam bahasa inggrisnya disebut work and holiday visa. Jadi, dengan visa ini kita berhak untuk tinggal selama satu tahun di Australia dan mendapatkan izin untuk bekerja. Informasi lengkap mengenai visa ini bisa lu lihat di blog teman gua ( sebenarnya gak yakin sih gua dianggap teman sama dia 🙁 ) si Irham Faridh.

The Beginning…

Berlibur dan Bekerja atau Work and holida visa australia

duduk di dekat sayap memang instagramable banget yak! 😀

Setelah mendapatkan kabar bahwa permohonan visa gua dikabulkan pada pertengahan Juli 2015, gua langsung mencari tanggal baik untuk melangsungkan pernikahan berangkat ke Australia. Dengan membawa ransel dan tas punggung yang berisi ukulele, laptop, 5 kaos, 6 celana, sebuah antologi puisi dan parka yang kece badai berangkatlah gua pada hari Minggu, 6 September 2015. Mohon maaf untuk yang enggak sempat ketemu sekadar untuk menunda rindu (padahal mah gak ada yang peduli juga sih…)

da akunya pengen menghabiskan hari-hari terakhir di Jakarta bersama si dia soalnya.

The Beginning: Darwin

Karena bahagia itu sederhana #darwinlife

A video posted by hilal abu dzar (@arabkece) on

Darwin, kota yang pernah dilanda topan Tracy pada tahun 1974 ini adalah tujuan pertama gua. Komentar pertama gua terhadap kota ini adalah “sunyiiiii syekali ini kotaaa”, which is great! Kesunyian di Darwin kira-kira seperti Jakarta menjelang hari raya idul fitri. Hari-hari pertama gua di Darwin langsung gua habiskan untuk mencari kerja (maklum, gua berangkat dengan bekal yang minim). Sedangkan untuk  tempat tinggal selama tiga hari pertama, gua menumpang di rumah orang. Apakah gua mengenal mereka sebelumnya? Kagak! whehehe, gua kenal mereka sehari sebelum gua berangkat ke Australia melalui couchsurfing.

Bye-bye Social Media Officer, here comes the mango!

Setelah 3 hari ngendok di perpustakaan memanfaatkan internet gratis untuk mencari kerja. Akhirnya gua dapat kerja! Yay!! Kerjaan pertama gua di Australia adalah menjadi pemetik buah mangga. Eh seriusan ini! Pekerjaan ini gua dapatkan setelah gua mendaftarkan diri pada agen penyalur kerja yang didanai oleh pemerintah Australia yaitu The Job Shop. Kalau lu juga akan ke Australia, gak ada salahnya nanti coba daftarkan diri ke web ini. Gratis lho!! Waktu di Jakarta, kerjaan gua itu di dalam ruangan dan kerjaannya kalau gak nyari ide ya bikin konten. Nah di sini kerjaan gua adalah setiap hari gua harus jalan kaki selama 9 jam atau 12.5 jam menyusuri kebun mangga yang luasnya seribu hektar! Kira-kira 16 hari gua kerja sebagai pemetik buah mangga, mengenai gaji kalau dirupiahkan ya lumayan aduhai  dech he..he..he…..

Aku tanpa kamu mangga= Joget dan Jalan-Jalan

Kegiatan gua sebelum dan setelah 16 hari kerja di kebun mangga adalah sedikit menjelajah Darwin, salah satunya adalah mencoba datang ke sebuah event bernama “No Light No Lycra“. Penjelasan singkat dari event ini adalah, di event ini lu joget dalam ruangan yang cukup gelap dalam lingkungan yang tidak akan menghakimi cara lu joget dan cara lu berpakaian dan tentunya bebas rokok, narkoba dan alkohol. Warrbiasya bukan?

No Lights No Lycra Darwin

nggak ada kata jaim di event No Lights No Lycra….!

Selain itu gua juga mencoba jalan-jalan ke taman nasional Litchfield, bendungan Manton, pantai Mindil, kolam alam Berry Springs.

Florence waterfall at Litchfield

Air terjun Florence di Litchfield

Berry Springs

Berry Springs

Mindil beach

Pantai Mindil

 

Manton Dam

Bendungan Manton

Untuk biaya hidup gimana bro? bukannya lebih tinggi ya??

Untuk bagian ini singkat saja yakk. Kalau lu ke Australia hanya dalam rangka jalan-jalan percayalah maka respon yang paling banyak otak lu keluarkan ketika melihat harga barang dan jasa adalah “Muahaaalll!!!” Karena pasti lu banding-bandingin dengan harga di Indonesia. Tapi kalau lu di Australia juga sambil kerja, hmm percayalah tiap dua-tiga minggu kalau lu mau beli Iphone 6 secara kontan itu bisa bingit booiii.

Venutup

Waktu ku di Australia masih panjang, kalau ada sesuatu yang menarik nanti akan gua share, antara di blog atau di instagram 🙂  

Update (Januari 2016)

Seharusnya tulisan diatas gua terbitkan bulan Oktober 2015, tapi karena penulisnya mager gegara kekurangan dopamine jadinya baru diurusin lagi. Nah gua mau update sedikit nih mengenai kegiatan yang gua lakukan dari bulan Oktober sampai sekarang. Di antaranya adalah, gua sempat balik ke Indo selama 2 minggu karena suatu hal. Setelah itu gua kerja lagi di kebun mangga.


Dari kebun mangga gua ke peternakan sapi di daerah Daly River (223 Km dari Darwin), di sini gua disuruh masang pagar kawat berduri.

perjalanan ke Daly River

perjalanan ke Daly River

Setelah itu gua kembali ke kota Darwin tepatnya 19 Desember 2015, setelah 7 minggu hanya melihat mangga dan sapi. Yaay!!

Darwin maning cuk!!

kumpul-kumpul pecinta kerajinan tangan

Tombo otak, berkumpulah dengan orang kreatif

kegiatan kumpul-kumpul ini diorganisir oleh Mayfair Gallery. Dalam kegiatan ini masyarakat Darwin berkumpul dan berkreasi, ada yang membuat kartu ucapan, melukis, merajut. Gua? Nonton doang he..he..

makan siang bareng Stephanie dan anaknya Anais

makan siang bareng Stephanie dan anaknya Anais

Nah kalau foto di atas diambil pada 25 Desember 2015, gua diundang oleh Stephanie dan keluarganya untuk makan siang bareng. Ingat kan di awal tulisan gua bilang kalau gua numpang di rumah orang? Nah, merekalah keluarga yang berbaik hati mengizinkan gua untuk tinggal dirumahnya.

Venutup (sumpah kali ini gak bohong)

Sekarang kegiatan sehari-hari gua adalah kerja lagi. Penasaran dengan profesi terbaru gua? Tunggu tulisan berikutnya yaakk.. Masih banyak sebenarnya yang ingin gua tulis, tapi mager boy -.-

Comments

What do you think?

Hilal Abu Dzar

Social Media, Movie and Music enthusiast from Jakarta, Indonesia.

14 Comments

    • Mari kemari brooo!!! bae-bae kaget saking sepinya ini kota dibandingkan Sydney hehe

  1. Kak Hiladz keren tulisan nya,, gokil .. Tp berisi.. Nanti kalo mau main ke kota lain bilang ya.. Kita satu state lho.. Hehehe

    • Makasih Inneeeeeeeee 😀
      Iya nanti gua bilang kalau ke kota lain. Lu posisi di mana emang? gua lagi di daerah Palmerston sekarang 🙂

    • Lah itu aja gua belinya di ITC Fatmawati Tiaaan. Boleh dikasih tau sama si Rika gua hahaha

  2. Hilalll, yaampunn udah sampe sono ajaaaa. pantesan gak pernah liat lo nongol di dehooi lagi (padahal gw juga udh jarang ke dehooi). Good luck ya hilal.

    – Desi (anak CS)-

    • Makasih Desiiii!!!

      Ini Desi yang mana yak? haha (ada beberapa anak CS yang gua kenal dengan nama itu soalnya)

Leave a Reply