19 Maret Nonton The Wailers!

Benar apa yang Ras Muhamad coba sampaikan dalam tulisan-tulisannya (atau setidaknya ini yang gua tangkap dari tulisan-tulisan doi) bahwa musik Reggae tak melulu tentang Bob Marley, masih banyak nama-nama legenda lainnya dari musik ini yang mungkin jarang kita dengar seperti Peter Tosh, Bunny Wailer dan Winston Rodney OD alias Burning Spear. Reggae tak hanya “No Woman No Cry”, dan mungkin ada yang salah paham bahwa sesungguhnya “No Woman No Cry” itu artinya bukan ‘jangan menangis jika tidak ada perempuan’  kalau tidak percaya silakan baca artikel gua yang berjudul salah paham “No Woman No Cry”. Kalau bagi gua sendiri sih Reggae tanpa Marley bagaikan aku tanpa mu makan nasi goreng tapi nasi nya gak digoreng.

Bingung gak lu dengan perumpamaan di atas? Sama! haha

Ya intinya menurut gua yak, Reggae tanpa Bob Marley itu tak nikmat titik!

Sabtu, 19 Maret 2016 adalah hari yang bersejarah bagi seorang Hilal abu dzar. Pasalnya pada hari ini alam semesta mengizinkan gua menyaksikan  The Wailers secara langsung!!

Siapa itu The Wailers?

The Wailers adalah sebuah band yang ketika mendiang Bob Marley masih hidup bernama “Bob Marley and The Wailers”. Yup band ini adalah salah satu legenda dalam musik Reggae. Bersama Bob Marley band ini sukses menjual lebih dari 250 juta album di seluruh dunia, dan menurut gua angka ini akan terus bertambah di era digital sekarang ini.

The Show…

Oke, sekarang saatnya gua cerita tentang bagaimana kerennya pertunjukan The Wailers di Darwin tanggal 19 Maret. Jadi, awalnya gua tau kalau The Wailers akan ke Darwin adalah pada sekitaran Desember 2015 ketika gua baru balik dari pedalaman (ya sebenarnya tempatnya belum jauh banget sih dari kota) Australia ke kota Darwin. Ngapain gua di pedalaman? simak kisahnya di artikel ini “Sebulan di Negara Benua“.

Jadi pada suatu siang di papan pengumuman hostel tempat gua tinggal, gua melihat poster ini.

sumber: www.yourcentre.com.au

sumber: www.yourcentre.com.au

Jujur aja kaget bercampur bahagia gua ketika tahu band ini akan ke Darwin. Soalnya dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Australia, Darwin lah menurut pengamatan gua yang paling jarang kedatangan musisi-musisi internasional. Contoh nyatanya adalah Taylor Swift dalam ‘1989 world tour’ nya tidak mampir ke kota berpenduduk seratus ribuan jiwa ini. By the way gua waktu itu nyaris terbang ke Brisbane lho hanya demi untuk agar supaya bisa melihat neng Taylor bhahahahaha! oke abaikan! kembali ke The Wailers!

Jadi setelah lihat poster, gua langsung tandain kalender gua “19 Maret nonton The Wailers!”. Nah singkat kata, h-1 gua baru dapet tiketnya! hahaha! Ya ginilah kalau terlalu sibuk kerja dan mikirin kamu yang tak kunjung ada kabar mau ngapain ya gua setelah balik dari Australia.

Tiket The Wailers

Tiket The Wailers

Yap tiket sudah di tangan, gua sampai di tempat acara tepat jam 7:45 malam dan langsung menuju tempat duduk gua.

Hah?! Duduk?! Lu nonton band Reggae duduk Lal?! Yap duduk, tempat pertunjukannya indoor broo.

suasana sebelum pertunjkan dimulai

suasana sebelum pertunjukan dimulai

Awalnya gua sempat bingung sama konser ini, band reggae kok di tempat kaya gini yak? Apa ada yang joget yak nanti? Oo, mungkin pas band udah mulai mah pada berdiri semua kali ya… Gak henti-hentinya omongan itu berputar di otak gua. Eh tapi ngomong-ngomong ini tempat acara ajib banget menurut gua, gak ada pemeriksaan badan dan tas ketika masuk, mangkas waktu!  Well, gua ga tahu apakah di seluruh Australia seperti ini atau hanya di Darwin saja.

Kira-kira pukul delapan malam tanpa diawali do’a bersama (Ya iyalah!!) pertunjukan dimulai dengan lagu “Is This Love”. Maaf gua gak memfoto atau merekam, petugasnya gesit banget menegur penonton yang mengabadikan momen konser. Gua jadinya takut, apalagi kalau sampai diusir kan sayang-sayang 🙁 he..he..he..

Oh ya, balik mengenai penonton nih apakah pada berdiri semua dan joget saat lagu dimulai? Ternyata tidak!! Dan gua pun GELISAH! whahhaaha. Mau joget tapi gak ada temannya. Nah, ternyata setelah gua lihat ke kanan, kiri dan belakang ternyata ada jiwa-jiwa pemberontak yang mulai joget! Satu-persatu mereka beranjak dari tempat duduk dan bergerak ke sisi kanan dan kiri ruangan. Tempat yang gua maksud bisa lu lihat di foto di atas, pojok kiri ada orang yang berdiri. Nah pada di situ awalnya yang joget dan gua pun mulai senang ha..ha..ha.. Kejadian paling seru  adalah di lagu ketiga yaitu “Three Little Birds” penonton yang joget semakin banyak dan kita pun merangsek ke depan panggung. Awalnya sempat dilarang sama pihak sekuriti, tapi mereka ngalah juga akhirnya. Mungkin ga berani kali ya menghadapi massa yang banyak banget heuheuheu.

Mengenai lagu-lagu yang dibawakan pada malam itu sebenarnya sudah bisa kita tebak, yap lagu-lagu hits lah yang dibawakan seperti “No Woman No Cry”, “Is This Love”, “Redemption Song”, “I Shot The Sheriff'”, “One Love”, dan hits-hits lainnya.

Tapi ini konser seru banget sumpah! Tua dan muda dari bermacam ras membaur berjoget bersama dan saling merangkul. So much love!!! 

Dan ada hal-hal yang baru gua alami pertama kali ketika melihat pertunjukan musik, yaitu:

  1. Akses masuk ke Venue yang tidak ribet. Tidak ada pemeriksaan badan dan barang bawaan ke tempat acara, hanya pelarangan membawa minuman dalam kaleng atau beling. Tapi panitia menyediakan gelas plastik.
  2. Adanya rihat. Setelah pertunjukan berlangsung selama sekitar satu jam tiba-tiba semua anggota The Wailers turun panggung! Gua bingung untuk sesaat, setelah nengok kanan-kiri baru gua paham. Ooo istirahat dulu toh 30 menit.
  3. Penjual minuman yang tak oportunis a.k.a aji mumpung. Terkadang kalau di Indonesia gua suka keki nanya harga makanan dan minuman di tempat pertunjukan musik, karena gua merasa harganya tidak masuk akal. Nah, saat jeda di pertunjukan The Wailers gua beli minuman kaleng dan gua kaget karena harganya sama dengan harga jual di pusat perbelanjaan. (Maaf, mungkin poin ini agak subyektif penilaiannya).

 

Ah indahnya malam itu…… Walaupun bukan Bob Marley yang menjadi vokalis….
Tapi tak apa… Mungkin nanti di surga bisa nonton Bob Marley and The Wailers kapanpun gua mau….

 

 p.s. mulai hari ini akun Twitter dan Instagram gua berubah dari arabkece menjadi jujursenja.

Comments

What do you think?

Hilal Abu Dzar

Social Media, Movie and Music enthusiast from Jakarta, Indonesia.

Leave a Reply