4 Alasan Kenapa Kamu Harus Datang (lagi) ke Yogyakarta

hilal yogyakarta

Yen di eling-eling

Yen di eling-eling

Manise ora iso ilang

Penggalan lirik lagu milik Tony Q di atas barangkali adalah yang kata-kata yang paling tepat untuk mewakili perasaan gua terhadap Yogyakarta atau yang biasa kita sebut Jogjahhh!

Berikut adalah alasan kenapa lu semua harus datang ke Jogja, dan bagi yang sudah pernah ke Jogja mungkin alasan-alasan berikut bisa jadi bahan pertimbangan untuk berkunjung kembali.

1. HARUM DAB!

“Hah?! Harum?!! Apanya yang harum?!”. Yap di Jogja itu serba harum (dibalik: Murah), buat gua yang kehidupan sehari-hari nya masih di Jakarta ketika datang ke Jogja selalu jatuh cinta dengan harga-harga yang ada di daftar menu tempat makan, mulai dari sarapan dengan nasi + telur dadar + sayur + tempe orek di warung burjo (bubur kacang hijau) yang hanya Rp 6.000,- hingga ngopi-ngopi di cafe yang per cangkirnya hanya Rp 5.000 – Rp 20.000,-

2. TERTIB BIN RRRAMAH!

Muak akan oknum pengendara bahlul di Jakarta yang kalau berhenti di lampu merah di atas atau bahkan di depan Zebra cross? Kesel diklaksonin sama pengendara di belakang ketika di lampu merah padahal lampunya baru akan hijau? Di Jogja gak gitu dab (eh iya untuk yang belum tahu, dab itu artinya mas), cobain deh sewa kendaraan dan susuri jalan-jalan yang ada di kota Jogja dan nikmati tertibnya lalu lintas di sini.

Bagaimana dengan keramahan pengendara di jalan? nah gua sendiri sudah merasakannya. Gua pernah belajar nyetir mobil di Jogja, setelah sekitar 2 jam belajar dasar mengendarai mobil di Stadion Maguwoharjo langsung saja gua memberanikan diri nyupir keluar jalan raya. Alhasil karena jam terbang yang masih rendah tak terhitung  seringnya mesin mati di tengah jalan dan ngerem mendadak tapi ajaibnya adalah tidak sekalipun gua diklaksonin orang ataupun diomelin. Gokil kan?!

3. MUN KATA URANG PERANCIS MAH DI JOGJA SAGALA AYA

Mau santai di pantai? monggo ke parangtritis atau silakan sambangi jajaran pantai yang ada di Gunungkidul.

Mau selfie sambil melihat peninggalan hubungan kita agama Hindu, Buddha dan kerajaan di masa lalu? Ada banyak candi yang bisa teman-teman kunjungi di Jogja, tips pribadi gua, coba ke Candi Ijo jam 5 sore 🙂 Monggo juga ke taman sari, keraton dan tempat-tempat bersejarah lainnya.

senja di Candi Ijo

senja di Candi Ijo

4. RAMAH UNTUK WISATAWAN JOMBLO BAIK YANG GALAU ATAUPUN (PURA-PURA) SUDAH MOVE ON

Nah ini yang gak kalah penting buat lu yang suka traveling sendirian. Jangan khawatir, ketika lu di Jogja gak akan ada waktu untuk stalking semua akun media sosial spesies berjenis mantan. Kenapa? Karena ada banyak kegiatan yang berlangsung di Jogja sepanjang tahunnya, mulai dari acara musik-musik indie, festival kesenian, pameran seni dan berbagai kegiatan lainnya. Gak percaya? Coba pantengin akun twitter seperti @JogjaUpdate dan @InfoSeniJogja gua banyak tahu acara-acara keren di Jogja dari kedua akun twitter itu. Nah kalau dalam waktu dekat ini kegiatan yang akan ada adalah Festival Kesenian Yogyakarta siap-siap terpesona akan festival yang satu ini. By the way, dia posting foto baru tuh sama pacarnya di Instagram. Udah lihat? Hati-hati kepencet ‘like’.

 

Nah itulah pendapat pribadi gua yang pastinya sangat subyektif terhadap kota Yogyakarta. Kalau boleh curhat sedikit, yang kurang gua suka dari Jogja hanya banyaknya baliho yang kurang tertata rapih 🙁

Oh iya, satu pesan klasik yang juga mau gua sampaikan. Tolong jangan buang sampah sembarangan, yang ngerokok jangan buang puntungnya seenak udel 🙁

 

Jadi, kapan kita ke Jogja beb?

Comments

What do you think?

Hilal Abu Dzar

Social Media, Movie and Music enthusiast from Jakarta, Indonesia.

Leave a Reply